Saturday, June 25, 2022

3.3.a.10. Aksi Nyata - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

 


PROGRAM EKSTRAKURIKULER

"Perencanaan Pembuatan Produk Tas Ecoprint sebagai salah satu kegiatan Ekstrakurikuler Kejuruan Tata Busana di sekolah untuk melatih ketrampilan murid dalam berwirausaha"

A. Latar Belakang

Pohon Jati yang banyak tumbuh di sekitar sekolah merupaka aset sumber daya yang dimiliki oleh sekolah kami SMK Pengudhi Luhur Karangrayung. Hal tersebut mendorong kami melakukan sebuah program perubahan untuk kemudian bisa meningkatkan kreatifitas murid agar lebih maksimal utamanya dalam membuat produk Ecoprint sebagai salah satu produk kearifan local dari beberapa daun jati serta daun yang lain di sekitar hutan sekolah. Selain itu kemampuan murid kami dalam ketrampilan menjahit menjadi salah satu aset manusia yang kita bisa kembangkan untuk meningkatkan brand sekolah. Pemanfaatan beberapa aset yang dimiliki sekolah menjadi bahan pertimbangan kami untuk mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler pembuatan kreasi dan karya dari ecoprint. Kegiatan ekstrakurikuler yang kami beri nama yaitu ECO (Ecoprint Creative Organize) nantinya sebagai tindak lanjut kegiatan kolaborasi pembelajaran Matematika dan Produktif Tata Busana yang telah CGP susun sebelumnya pada modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber daya sebelumnya. Dilengkapi dengan kerjasama UMKM terdekat sehingga aksi nyata yang diharapkan bisa terwujud untuk pengembangan diri sekolah nantinya lewat program kemitraan yang sebelumnya sudah pernah dilakukan. Hal ini juga yang menjadi dasar terciptanya program ekstrakurikuler ECO (Ecoprint Creative Organize).

Arahan dari UMKM "TOETI COLECCTION"


Proses Pembuatan Ecoprint Teknik Kukus

Proses Penataan Daun pada kain 

Hasil kain yang telah di Ecoprint 

Program Kemitraan Sekolah
B. Tujuan Program

Program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan ketrampilan murid serta menumbuhkembangkan kretifitas siswa dalam berwirausaha khususnya dalam memanfaatkan aset berupa Daun Jati yang ada di lingkungan sekolah. Selain itu program yang kami rencanakan ini juga merupakan salah satu indicator di dalam menjalankan visi di sekolah kami yaitu mewujudkan ketrampilan berwirausaha siswa.

Aset Lingkungan Alam di sekitar sekolah
Ketrampilan Murid dalam menjahit

C.  Tolok Ukur Keberhasilan

Meningkatnya ketrampilan murid dalam membuat produk karya berbahan Ecoprint serta bernilai jual di pasaran misalnya dalam pembuatan tas, dompet, kaos,kerudung, dll.

D. Dukungan yang dibutuhkan

Untuk melaksanakan aksi nyata diperlukan kolaborasi semua pihak sekolah, sehingga saya memerlukan bantuan pemangku kepentingan di sekolah seperti Kepala sekolah, rekan sejawat, staf TU, siswa, orang tua dan juga dukungan sarana dan prasarana pendukung

E. Linimasa Tindakan Yang Dilakukan

Untuk melaksanakan program tersebut saya menggunakan kerangka BAGJA sebagai berikut

  1. Buat pertanyaan diantaranya Bagaimana kita dapat memunculkan kreatifitas siswa dalam memanfaatkan aset dari daun Jati?
  2. Ambil pelajaran diantaranya Mana kegiatan sekolah yang telah menguatkan siswa dalam mengembangkan kreatifitas murid?
  3. Gali mimpi diantaranya seperti apa bentuk kegiatan peningkatan kreatifitas yang menyenangkan sekaligus menguatkan kejuruan tata busana dalam berkarya? 
  4. Jabarkan aksi diantaranya Apa  Tindakan paling pertama yang bisa dilakukan ?

  5. Atur Eksekusi misalnya Bagaimana mengukur keberhasilan kegiatan tersebut?



F.  FEELING ATAU PERASAAN
Perasaaan yang dirasakan saat melaksanakan aksi nyata adalah saya merasa senang dan bangga terhadap murid saya karena ternyata mereka bisa melakukan kegiatan diluar ekspektasi saya selama saya mengajar di kelas mereka. Selain itu saya juga optimis karena adanya semangat dan harapan besar ke depannya kepada murid - murid untuk melakukan perubahan sesuai impian mereka. Selain itu saya juga merasa tertantang untuk menentukan langkah selanjutnya serta bagaimana nanti ke depan bisa membawa aksi nyata ini ke dalam pasar atau dunia kewirausahaan yang nantinya bisa bernilai jual layak di pasaran.

G. FINDING ATAU PEMBELAJARAN

Hal yang menjadi pembelajaran berharga adalah bahwa sejatinya sebuah perubahan haruslah dimulai dengan siswa, oleh siswa dan untuk siswa karena sejatinya tugas kita sebagai pendidik adalah menuntun, memfasilitasi anak didik agar mereka mendapatkan hal yang bermanfaat untuk bekalnya dalam hidup bermasyarakat. Adalah sebuah praktek yang keliru ketika sebuah program di buat guru tanpa melibatkan anak didik dalam semua prosesnya baik itu perencanaan, penerapan hingga evaluasinya. Serta bagaimana sebuah aset ternyata mampu kita gali lebih dalam lagi sehingga nantinya kita bisa memberikan manfaat untuk pembelajaran kepada murid kita ke depan dengan tetap proaktif dalam pembaharuan yang ada dan semakin berkembang.

H. FUTURE ATAU PENERAPAN KE DEPAN

Dengan program Ekstrakurikuler ECO (Ecoprint Creative Organize) ini nanti diharapkan dapat menciptakan produk souvenir atau produk lainnya yang berbahan Ecoprint sehingga bisa mengangkat nama sekolah dengan tetap mengacu pada kearifan lokal serta aset yang ad disekolah kami.






3.3.a.9. Koneksi Antarmateri - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

 

ECO (ecoprint creative organize)  sebagai bentuk kegiatan Ekstrakurikuler 
SMK Pengudhi Luhur Karangrayung


TUJUAN PROGRAM

Program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk

  1. Meningkatkan ketrampilan murid dalam berwirausaha bidang tekstil khususnya Ecoprint Teknik Pounding
  2. Menumbuhkembangkan kretifitas siswa dalam berwirausaha khususnya dalam memanfaatkan aset sekolah berupa Daun Jati yang ada di lingkungan sekolah

LATAR BELAKANG

Pohon Jati yang banyak tumbuh di sekitar sekolah merupaka aset sumber daya yang dimiliki oleh sekolah kami SMK Pengudhi Luhur Karangrayung. Hal tersebut mendorong kami melakukan sebuah program perubahan untuk kemudian bisa meningkatkan kreatifitas murid agar lebih maksimal utamanya dalam membuat produk Ecoprint sebagai salah satu produk kearifan local dari beberapa daun jati serta daun yang lain di sekitar hutan sekolah.

selengkapnya mengenai koneksi antar materi modul 3.3 silahkan KLIK DISINI





Saturday, June 18, 2022

3.2.a.10. Aksi Nyata - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

Aksi Nyata - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

SMK Pengudhi Luhur Karangrayung

oleh Miftaqul Janah

CGP Angkatan IV Kabupaten Grobogan

Tujuan Pembelajaran Khusus:  CGP mempraktikkan pengetahuan dan keterampilannya tentang pengelolaan sumber daya yang memanfaatkan pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset.


Meningkatkan kreativitas murid dengan kreasi Ecoprint pada kolaborasi mata pelajaran Matematika dan Produktif Tata Busana

Sebagai pemimpin dalam pembelajaran seorang guru penggerakan juga tentunya nantinya bisa terbekali dalam kemampuannya untuk memetakan serta menggali aset yang ada di sekolah. Aset yang menjadi landasan pemetaan di sekolah meliputi 7 aset yang sering kita pelajari yaitu aset manusia, sosial, fisik,lingkungan alam, finansial dan juga politik. Dengan pemetaan yang dilakukan maka kita bisa memaksimalkan potensi aset yang ada dengan berpedoman pada prinsip aset based thinking atau berpikir berbasis aset sehingga aset yang kita miliki dapat kita kembangkan secara optimal. Agar kita sebagai pemimpin pembelajaran bisa mengembangkan aset yang ada diperlukan sistem manageman perubahan dengan menggunakan pendekatan IA (inquiry apresiatif) model BAGJA untuk menganalisis berbagai  pertanyaan yang muncul berikut juga dengan alternatif jawaban yang mungkin bisa terjawab dari pertanyaan tersebut ke arah perubahan yang positif. Pada kegiatan Aksi Nyata modul 3.2 ini saya melakukan pemetaan sumber daya (aset ) yang dimiliki oleh sekolah sehingga berdasarkan hasil pemetaan aset tersebut saya mencoba untuk merancang sebuah perubahan yang tujuannya untuk mengembangkan kepemimpinan murid di dalam kegiatan kreativitas murid dengan kreasi Ecoprint pada kolaborasi mata pelajaran Matematika dan Produktif Tata Busana.

Dalam hal ini saya melakukan kegiatan kolaborasi antara Matematika dengan Tata Busana sehingga dalam memaknai pembelajaran Matematika khususnya materi Refleksi Matematika. Dengan menggunakan kreasi pada Ecoprint diharapkan juga nanti ketika murid berkreasi dengan teknik Pounding maka akan memunculkan makna Matematika didalamnya sehingga makna dari Matematika bisa lebih mereka kenal dan mereka pahami bahwa Matematika ternyata bermakna dalam kehidupan sehari-hari.


A. Latar Belakang

Pohon Jati yang banyak tumbuh di sekitar sekolah merupakan aset sumber daya yang dimiliki oleh sekolah kami SMK Pengudhi Luhur Karangrayung. Hal tersebut mendorong kami melakukan sebuah program perubahan untuk kemudian bisa meningkatkan kreatifitas murid agar lebih maksimal utamanya dalam membuat produk Ecoprint sebagai salah satu produk kearifan local dari beberapa daun jati serta daun yang lain di sekitar hutan sekolah. Selain itu pemahaman murid terkait materi Refleksi Matematika yang terkadang masih belum bermakna menurut mereka menjadi sebuah alasan untuk kami mengembangkan kegiatan ini. Kami berharap agar nantinya kegiatan ini dapat memberikan makna tersendiri untuk terciptanya pengelolaan sumber daya untuk program sekolah kedepan sehingga kita sebagai warga sekolah lebih mengunggulkan aset yang telah ada di sekolah untuk kemudian dikembangkan agar lebih maksimal hasilnya.


Penataan Daun Pada Kain



Program Kemitraan UMKM Ecoprint

B. Tujuan

Kegiatan ini dilaksanakan untuk Meningkatkan kreativitas murid dengan kreasi Ecoprint pada kolaborasi mata pelajaran Matematika dan Produktif Tata Busana, meningkatkan ketrampilan murid dalam berwirausaha bidang tekstil khususnya Ecoprint Teknik Pounding serta menumbuhkembangkan kretifitas siswa dalam berwirausaha khususnya dalam memanfaatkan aset sekolah berupa Daun Jati yang ada di lingkungan sekolah.

C. Tolok Ukur Keberhasilan

Tolok ukur keberhasilan kegiatan ini yaitu munculnya kreativitas murid dengan kreasi Ecoprint pada kolaborasi mata pelajaran Matematika dan Produktif Tata Busana dalam bentuk hasil produk karya murid serta pemahaman mengenai materi refleksi Matematika agar lebih bermakna untuk mereka.

D. Dukungan yang dibutuhkan

Untuk melaksanakan aksi nyata diperlukan kolaborasi semua pihak sekolah, sehingga saya memerlukan bantuan pemangku kepentingan di sekolah seperti Kepala sekolah, rekan sejawat, staf TU, siswa, orang tua dan juga dukungan sarana dan prasarana pendukung.

E. Linimasa Tindakan Yang Dilakukan

Untuk melaksanakan aksi nyata saya saya menyusun prosedur BAGJA sebagai berikut:

  1. Buat Pertanyaan: Bagaimana meningkatkan kreativitas murid dengan kreasi Ecoprint pada kolaborasi mata pelajaran Matematika dan Produktif Tata Busana
  2. Ambil Pelajaran: Kebijakan apa yang mendukung terlaksananya kegiatan peningkatan kreativitas murid dengan kreasi EcoprintSiapa saja yang selama ini mendukung kegiatan peningkatan kreativitas murid dengan kreasi Ecoprint? Siapa saja yang selama ini terlibat dalam kegiatan peningkatan kreativitas murid dengan kreasi EcoprintKekuatan atau keahlian apa yang telah dilakukan untuk membantu kegiatan peningkatan kreativitas murid dengan kreasi Ecoprint
  3. Gali Mimpi: Seperti apa pendapat murid,guru,komunitas tentang kegiatan peningkatan kreativitas murid dengan kreasi Ecoprint?,  Apa yang menjadi impian serta harapan guru dan murid agar kretivitas mereka bisa maksimal termunculkan dalam kegiatan peningkatan kreativitas murid dengan kreasi Ecoprint?, Sumber daya apa yang nantinya kita perlukan dan tersedia untuk menjalankan program tersebut?
  4. Jabarkan Rencana : Apa  Tindakan paling pertama yang bisa dilakukan ?,   Berapa lama target yang ditentukan dalam menyelesaikan kegiatan peningkatan kreativitas murid dengan kreasi Ecoprint oleh siswa tersebut?, Apa Tindakan yang bisa mendukung kegiatan tersebut?, Bagaimana cara agar kegiatan yang dilakukan bisa secara kontinu diterapkan di sekolah dan masuk ke program sekolah?
  5. Atur Eksekusi atau Deliver: menyusun tim kerja, misalnya siapa saja yang terlibat dan apa saja peran masing-masing murid ?

F. Tahapan Bagja


G. FEELING ATAU PERASAAN

Perasaaan yang dirasakan saat melaksanakan aksi nyata adalah saya merasa senang dan bangga terhadap murid saya karena ternyata mereka bisa melakukan kegiatan diluar ekspektasi saya selama saya mengajar di kelas mereka. Selain itu saya juga optimis karena adanya semangat dan harapan besar ke depannya kepada murid - murid untuk melakukan perubahan sesuai impian mereka. Selain itu saya juga merasa tertantang untuk menentukan langkah selanjutnya serta bagaimana nanti ke depan bisa membawa aksi nyata ini ke program sekolah.


H. FINDING ATAU PEMBELAJARAN 

Hal yang menjadi pembelajaran berharga adalah bahwa sejatinya sebuah perubahan haruslah dimulai dengan siswa, oleh siswa dan untuk siswa karena sejatinya tugas kita sebagai pendidik adalah menuntun, memfasilitasi anak didik agar mereka mendapatkan hal yang bermanfaat untuk bekalnya dalam hidup bermasyarakat. Adalah sebuah praktek yang keliru ketika sebuah program di buat guru tanpa melibatkan anak didik dalam semua prosesnya baik itu perencanaan, penerapan hingga evaluasinya.

Selain itu sebagai guru, maka sangat penting untuk mengubah mindset atau sudut pandang kita dalam melihat aset atau sumberdaya di sekolah ke arah pemikiran positif, ke sistem berpikir berbasis aset atau asset based thinking untuk bisa mengelola aset yang ada untuk kemajuan sekolah dengan lebih optimal.

Kolaborasi CGP dengan Guru Tata Busana

Murid dalam kreatifitas mereka

Peletakan daun sebelum di teknik Pounding (pukul)

Hasil Tas Buatan Siswa

Proses penjemuran tas setelah di Ecoprint



I. FUTURE ATAU PENERAPAN KE DEPAN

Penerapan ke depan untuk kegiatan ini yaitu bisa dijadikan untuk program sekolah misalnya ekstrakurikuler untuk pembuatan produk bernilai jual dengan  mengusung Ecoprint sehingga lebih bisa meningkatkan kegiatan kewirausahaan serta Bussiness Centre di sekolah khususnya sekolah kejuruan.

FOTO KEGIATAN

Kolaborasi bersama guru tata busana

Teknik Pounding Ecoprint

Refleksi Matematika pada saat mengambil daun dari kain yang ditempeli plastik

Pola Daun sebagai makna dari Refleksi Matematika

Siswa berdiskusi secara kelompok 

Koordinasi dengan Teman Sejawat


Friday, June 17, 2022

3.2.a.7. Demonstrasi Kontekstual Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

3.2.a.7. Demonstrasi Kontekstual

Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

 

Pada kegiatan demonstrasi kontekstual kali ini saya akan membagikan sumber daya atau aset yang dimiliki oleh sekolah saya. Sebagai seorang pemimpin dalam pengelolaan sumber daya disini penyajian saja dalam bentuk pemetaan sumber daya untuk aset di sekitar sekolah yang nantinya akan kami kembangkan menjadi sebuah sarana untuk mengembangkan program sekolah yang berpihak kepada murid.


Papan Nama SMK Pengudhi Luhur Karangrayung

SMK Pengudhi Luhur Karangrayung adalah sebuah instansi di bawah naungan Yayasan Pengudhi Luhur Karangrayung yang terletak di Jalan Raya Godong – Karangrayung Desa Sumberjosari Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 58163. Dalam kondisi letak geografis , sekolah kami terletak di sekitar permukiman warga dan juga berbatasan langsung dengan Kawasan hutan yang banyak ditanami oleh pepohonan misalnya pohon jati, pohon pinus, dan juga tanaman hutan lainnya. Ketersediaan internet di sekolah kami tak jarang menjadi sebuah daya Tarik di lingkungan pedesaan terutama warga sekitar yang terkadang menggunakan fasilitas internet sekolah disaat jam sekolah telah usai. Disamping itu lapangan serbaguna juga terlihat luas sehingga biasa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagi tempat perlombaan olah raga seperti bola volley.

Berikut pemetaan aset yang dimiliki oleh SMK Pengudhi Luhur Karangrayung ditinjau dari modal aset yang ada

1.      Modal Manusia

Gambar 2

Foto Bersama Guru berserta Yayasan Pengudhi Luhur

SMK Pengudhi Luhur memiliki 1 orang kepala sekolah, 22 guru swasta yang terbagi menjadi beberapa jabatan yang ada di SMK misalnya ketua jurusan, wali kelas, guru mata pelajaran, kepala laboratorium, 2 orang tenaga tata usaha, 1 orang tenaga kebersihan, dan 1 orang tenaga keamanan. Hampir semua guru di sekolah kami berusia rata-rata antara 30 – 40 tahun dan memiliki kemampuan mengoperasikan IT dengan baik. Hal ini sangatlah mendukung dalam segala kegiatan yang ada di masa Pandemi Covid seperti tahun lalu dimana semua pembelajaran dilakukan secara daring (dalam jaringan). Disamping itu rasa gotong royong serta ikatan batin yang kuat antar guru ,kepala sekolah, dan juga staff di sekolah kami dapat meringankan segala persoalan atau tugas yang ada di sekolah. Kebersamaan kami di lingkup pekerjaan ketika di sekolah menjadi sebuah aset penting dalam mengembangkan sekolah.

Sekolah kami saat ini memiliki jumlah murid hampir 350 orang dengan beragam karakteristik dan juga minat bakat yang dimiliki. Siswa siswi kami memiliki bakat terpendam yang terkadang masih perlu digali lagi melalui kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu beberapa siswa kami juga berpotensi di bidang olahraga silat, bola volley dan juga sepak bola. Dalam mengembangkan potensi yang ada pada siswa kami, sekolah mengadakan kegiatan ekstrakurikuler seperti kepramukaan, bola volley, dan pencak silat. Bahkan untuk kegiatan pencak silat di sekolah kami pernah mengikuti kejuaraan tingkat kabupaten yang diwakili oleh beberapa siswa kami.



Gambar 4
Kegiatan Karate

Gambar 5

Kegiatan Pramuka

Gambar 6

Kegiatan Api Unggun Pramuka

  Gambar 7

Kegiatan perakitan tablet siswa

 Gambar 8

Kegiatan kegiatan silat

 

2.      Modal Sosial


Modal sosial yang dimiliki SD Negeri 29 Dangin Puri diantaranya sekolah ini memiliki tata tertib yang mengatur segala tingkah laku baik guru maupun siswanya Pembiasaan sehari-hari di sekolah kami diantaranya tercermin pada kegiatan 5S (Senyum,Salam,Sapa,Sopan,Santun) yang diadakan waktu pagi sebelum siswa masuk di lingkungan sekolah beserta bapak ibu guru yang siap menyambut siswanya ketika mereka akan mengikuti kegiatan pembelajaran. Kegiatan ibadah sholat Dhuhur Bersama juga dilakukan oleh siswa kami pada saat istirahat di jam 12.00 siang.

 Kegiatan 5S di pagi hari

Di sekolah kami terdapat beberapa komunitas belajar dan juga komunitas guru yang baru dibentuk oleh CGP diantaranya komunitas Kelas Merdeka yang merupakan kolaborasi antara guru sekaligus wali kelas dan juga siswa kelas X Tata Busana. Komunitas Matematika Mengasyikan (KoMatSyik) yang terdiri dari beberapa guru matematika dimana kegiatannya yaitu merancang dan melakukan pembelajaran Matematika yang mengasyikkan dan menyenangkan. Selain itu ada juga komunitas kolaborasi jurusan tata busana yang didalamnya mengadakan berbagai praktik baik untuk kejuruan tata busana bersama dengan mata pelajaran lainnya.

1. Modal Fisik


Gambar 9
Tampak depan Gedung SMK

            SMK Pengudhi Luhur Karangrayung memiliki luas tanah atas nama Yayasan seluas kurang lebih 11.286 M2. Sekolah kami dibangun dengan fondasi untuk 2 lantai sehingga bisa terdapat beberapa ruangan yang bisa dibangun. Dari luas tanah tersebut bangunan yang sudah ada di sekolah kami diantaranya ada ruang belajar sebanyak 12 kelas, 4 ruang praktik siswa dari kejuruan TKJ,TKR,TB, dan Akuntansi, Laboratorium Komputer 3 ruang, 1 Ruang tata usaha, 1 Ruang guru, 1 Ruang Kepala sekolah, 3 Ruang Wakil Kepala Sekolah, 1 ruang untuk Business Centre siswa, Toilet guru dan siswa, Ruang Kegiatan Siswa, Aula pertemuan, Perpustakaan, dan Tempat Ibadah.

Gambar 10

Lapangan Upacara



Bussiness Centre Siswa




Ruang Laboratorium Komputer

4.   Modal Lingkungan / Alam

Hutan sekitar Sekolah

 

Modal lingkungan/alam yang dimiliki sekolah ini diantaranya sirkulasi udara yang bersih karena sekolah kami berada di bukit yang dipenuhi banyak pohon jati yang rindang sehingga bisa menghasilkan udara yang segar. Sekolah juga memiliki beberapa taman sekolah di setiap depan kelas sehingga bisa dimanfaatkan siswa untuk melakukan penghijauan di area sekolah. Sekitar area sekolah merupakan area hutan yang ditanami oleh Perhutani berupa pohon Jati dan juga tanaman lainnya. Tak jarang siswa kami memanfaatkannya untuk beberapa kegiatan seperti jelajah alam maupun mencari bahan untuk pembelajaran di kelas.

5.      Modal Finansial

Untuk modal finasial SMK Pengudhi Luhur Karangrayung mengandalkan dari dana BOS yang diberikan oleh pemerintah pusat dan juga dana BOS pendamping yang diberikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Grobogan. Selain itu, sekolah juga memanfaatkan uang dari Yayasan dan juga pemanfaatan hasil dari Bussiness Centre untuk membantu pelaksanaan kegiatan sekolah.

6.      Modal Politik

Untuk modal politik yang dimiliki sekolah yaitu bersinergi dengan pemerintah daerah Kabupaten Grobogan. Sekolah juga bersinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, sekolah juga melakukan sinergi dengan Pemerintah Desa Sumberjosari, Puskesmas Kecamatan Karangrayung, Babinsa, Kepolisian Sektor karangrayung, dan juga tokoh-tokoh politik yang ada di sekitar lingkungan sekolah.

7.      Modal Agama dan Budaya

Sekolah kami mayoritas beragama islam sehingga untuk modal agama yang ada di sekolah kami biasanya kami mengadakan berbagai peringatan hari besar keagamaan yang biasanya dilakukan oleh anggota OSIS dan juga beberapa guru agama yang ada serta tokoh keagamaan yang ada di sekolah kami. Kegiatan pembiasaan sholat dhuhur berjamaah setiap harinya, Kegiatan Peringatan Idul Adha seperti pemotongan hewan Qurban serta kegiatan peringatan keagamaan lainnya.

Modal budaya yang ada di sekitar sekolah kami diantaranya pada pusat pembuatan tirai bambu dan juga adanya keterlibatan masyarakat sekitar dalam memanfaatkan budaya yang ada di daerah kami. Salah satu kesenian pembuatan tirai bambu menjadi  icon di kecamatan kami dan banyak sekali masyarakat yang menggunakan kesenian ini sebagai mata pencaharian mereka selain menjadi petani. Budaya lain yang ada di sekitar kami yaitu budaya APITAN dimana dalam tradisi tersebut di setiap dusun di desa sekitar mengadakan semacam ritual keagamaan budaya pada tiap bulan Dzulqa’dah sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT dengan serangkaian acara yang dibuat.



 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates