Friday, June 17, 2022

3.2.a.7. Demonstrasi Kontekstual Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

3.2.a.7. Demonstrasi Kontekstual

Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

 

Pada kegiatan demonstrasi kontekstual kali ini saya akan membagikan sumber daya atau aset yang dimiliki oleh sekolah saya. Sebagai seorang pemimpin dalam pengelolaan sumber daya disini penyajian saja dalam bentuk pemetaan sumber daya untuk aset di sekitar sekolah yang nantinya akan kami kembangkan menjadi sebuah sarana untuk mengembangkan program sekolah yang berpihak kepada murid.


Papan Nama SMK Pengudhi Luhur Karangrayung

SMK Pengudhi Luhur Karangrayung adalah sebuah instansi di bawah naungan Yayasan Pengudhi Luhur Karangrayung yang terletak di Jalan Raya Godong – Karangrayung Desa Sumberjosari Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 58163. Dalam kondisi letak geografis , sekolah kami terletak di sekitar permukiman warga dan juga berbatasan langsung dengan Kawasan hutan yang banyak ditanami oleh pepohonan misalnya pohon jati, pohon pinus, dan juga tanaman hutan lainnya. Ketersediaan internet di sekolah kami tak jarang menjadi sebuah daya Tarik di lingkungan pedesaan terutama warga sekitar yang terkadang menggunakan fasilitas internet sekolah disaat jam sekolah telah usai. Disamping itu lapangan serbaguna juga terlihat luas sehingga biasa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagi tempat perlombaan olah raga seperti bola volley.

Berikut pemetaan aset yang dimiliki oleh SMK Pengudhi Luhur Karangrayung ditinjau dari modal aset yang ada

1.      Modal Manusia

Gambar 2

Foto Bersama Guru berserta Yayasan Pengudhi Luhur

SMK Pengudhi Luhur memiliki 1 orang kepala sekolah, 22 guru swasta yang terbagi menjadi beberapa jabatan yang ada di SMK misalnya ketua jurusan, wali kelas, guru mata pelajaran, kepala laboratorium, 2 orang tenaga tata usaha, 1 orang tenaga kebersihan, dan 1 orang tenaga keamanan. Hampir semua guru di sekolah kami berusia rata-rata antara 30 – 40 tahun dan memiliki kemampuan mengoperasikan IT dengan baik. Hal ini sangatlah mendukung dalam segala kegiatan yang ada di masa Pandemi Covid seperti tahun lalu dimana semua pembelajaran dilakukan secara daring (dalam jaringan). Disamping itu rasa gotong royong serta ikatan batin yang kuat antar guru ,kepala sekolah, dan juga staff di sekolah kami dapat meringankan segala persoalan atau tugas yang ada di sekolah. Kebersamaan kami di lingkup pekerjaan ketika di sekolah menjadi sebuah aset penting dalam mengembangkan sekolah.

Sekolah kami saat ini memiliki jumlah murid hampir 350 orang dengan beragam karakteristik dan juga minat bakat yang dimiliki. Siswa siswi kami memiliki bakat terpendam yang terkadang masih perlu digali lagi melalui kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu beberapa siswa kami juga berpotensi di bidang olahraga silat, bola volley dan juga sepak bola. Dalam mengembangkan potensi yang ada pada siswa kami, sekolah mengadakan kegiatan ekstrakurikuler seperti kepramukaan, bola volley, dan pencak silat. Bahkan untuk kegiatan pencak silat di sekolah kami pernah mengikuti kejuaraan tingkat kabupaten yang diwakili oleh beberapa siswa kami.



Gambar 4
Kegiatan Karate

Gambar 5

Kegiatan Pramuka

Gambar 6

Kegiatan Api Unggun Pramuka

  Gambar 7

Kegiatan perakitan tablet siswa

 Gambar 8

Kegiatan kegiatan silat

 

2.      Modal Sosial


Modal sosial yang dimiliki SD Negeri 29 Dangin Puri diantaranya sekolah ini memiliki tata tertib yang mengatur segala tingkah laku baik guru maupun siswanya Pembiasaan sehari-hari di sekolah kami diantaranya tercermin pada kegiatan 5S (Senyum,Salam,Sapa,Sopan,Santun) yang diadakan waktu pagi sebelum siswa masuk di lingkungan sekolah beserta bapak ibu guru yang siap menyambut siswanya ketika mereka akan mengikuti kegiatan pembelajaran. Kegiatan ibadah sholat Dhuhur Bersama juga dilakukan oleh siswa kami pada saat istirahat di jam 12.00 siang.

 Kegiatan 5S di pagi hari

Di sekolah kami terdapat beberapa komunitas belajar dan juga komunitas guru yang baru dibentuk oleh CGP diantaranya komunitas Kelas Merdeka yang merupakan kolaborasi antara guru sekaligus wali kelas dan juga siswa kelas X Tata Busana. Komunitas Matematika Mengasyikan (KoMatSyik) yang terdiri dari beberapa guru matematika dimana kegiatannya yaitu merancang dan melakukan pembelajaran Matematika yang mengasyikkan dan menyenangkan. Selain itu ada juga komunitas kolaborasi jurusan tata busana yang didalamnya mengadakan berbagai praktik baik untuk kejuruan tata busana bersama dengan mata pelajaran lainnya.

1. Modal Fisik


Gambar 9
Tampak depan Gedung SMK

            SMK Pengudhi Luhur Karangrayung memiliki luas tanah atas nama Yayasan seluas kurang lebih 11.286 M2. Sekolah kami dibangun dengan fondasi untuk 2 lantai sehingga bisa terdapat beberapa ruangan yang bisa dibangun. Dari luas tanah tersebut bangunan yang sudah ada di sekolah kami diantaranya ada ruang belajar sebanyak 12 kelas, 4 ruang praktik siswa dari kejuruan TKJ,TKR,TB, dan Akuntansi, Laboratorium Komputer 3 ruang, 1 Ruang tata usaha, 1 Ruang guru, 1 Ruang Kepala sekolah, 3 Ruang Wakil Kepala Sekolah, 1 ruang untuk Business Centre siswa, Toilet guru dan siswa, Ruang Kegiatan Siswa, Aula pertemuan, Perpustakaan, dan Tempat Ibadah.

Gambar 10

Lapangan Upacara



Bussiness Centre Siswa




Ruang Laboratorium Komputer

4.   Modal Lingkungan / Alam

Hutan sekitar Sekolah

 

Modal lingkungan/alam yang dimiliki sekolah ini diantaranya sirkulasi udara yang bersih karena sekolah kami berada di bukit yang dipenuhi banyak pohon jati yang rindang sehingga bisa menghasilkan udara yang segar. Sekolah juga memiliki beberapa taman sekolah di setiap depan kelas sehingga bisa dimanfaatkan siswa untuk melakukan penghijauan di area sekolah. Sekitar area sekolah merupakan area hutan yang ditanami oleh Perhutani berupa pohon Jati dan juga tanaman lainnya. Tak jarang siswa kami memanfaatkannya untuk beberapa kegiatan seperti jelajah alam maupun mencari bahan untuk pembelajaran di kelas.

5.      Modal Finansial

Untuk modal finasial SMK Pengudhi Luhur Karangrayung mengandalkan dari dana BOS yang diberikan oleh pemerintah pusat dan juga dana BOS pendamping yang diberikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Grobogan. Selain itu, sekolah juga memanfaatkan uang dari Yayasan dan juga pemanfaatan hasil dari Bussiness Centre untuk membantu pelaksanaan kegiatan sekolah.

6.      Modal Politik

Untuk modal politik yang dimiliki sekolah yaitu bersinergi dengan pemerintah daerah Kabupaten Grobogan. Sekolah juga bersinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, sekolah juga melakukan sinergi dengan Pemerintah Desa Sumberjosari, Puskesmas Kecamatan Karangrayung, Babinsa, Kepolisian Sektor karangrayung, dan juga tokoh-tokoh politik yang ada di sekitar lingkungan sekolah.

7.      Modal Agama dan Budaya

Sekolah kami mayoritas beragama islam sehingga untuk modal agama yang ada di sekolah kami biasanya kami mengadakan berbagai peringatan hari besar keagamaan yang biasanya dilakukan oleh anggota OSIS dan juga beberapa guru agama yang ada serta tokoh keagamaan yang ada di sekolah kami. Kegiatan pembiasaan sholat dhuhur berjamaah setiap harinya, Kegiatan Peringatan Idul Adha seperti pemotongan hewan Qurban serta kegiatan peringatan keagamaan lainnya.

Modal budaya yang ada di sekitar sekolah kami diantaranya pada pusat pembuatan tirai bambu dan juga adanya keterlibatan masyarakat sekitar dalam memanfaatkan budaya yang ada di daerah kami. Salah satu kesenian pembuatan tirai bambu menjadi  icon di kecamatan kami dan banyak sekali masyarakat yang menggunakan kesenian ini sebagai mata pencaharian mereka selain menjadi petani. Budaya lain yang ada di sekitar kami yaitu budaya APITAN dimana dalam tradisi tersebut di setiap dusun di desa sekitar mengadakan semacam ritual keagamaan budaya pada tiap bulan Dzulqa’dah sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT dengan serangkaian acara yang dibuat.



0 comments:

Post a Comment

Komentar positif untuk pengembangan blog pribadi kami sangat harapkan dari para pembaca yang budiman

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates