Friday, April 22, 2022

MODUL 1.1 Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara

 

Modul PGP Kemendikbudristek

PEMIKIRAN-PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA (KHD)

1.    REFLEKSI KRITIS

Apa yang ada Anda ketahui tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) mengenai pendidikan dan pengajaran?

Ajaran Ki Hajar Dewantara yang terkenal adalah ing ngarsa sung tulodo, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Artinya adalah di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan.

Menjadi seorang pendidik merupakan hal yang harus benar-benar diteladani dan tau bagaimana peran pendidik sesungguhnya dimana seorang pendidik selain harus menguasai beberapa kompetensi tentunya harus bisa menjadi fasilitator sekaligus pemberi semangat bagi siswanya. Guru harus bisa menjadi sutradara film dalam pembelajaran yang nantinya akan mensukseskan pembelajaran di kelas masing-masing.

Apa relevansi pemikiran KHD dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini dan konteks pendidikan di sekolah Anda secara khusus?

Pemikiran KHD dalam konteks Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anakanak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Lingkungan pendidikan meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan organisasi pemuda, yang ia sebut dengan Tri Pusat Pendidikan.Hal tersebut sejalan dengan pola system pendidikan saat ini yaitu di era pembelajaran abad 21 yang menjadikan siswa sebagai pusat kegiatan pembelajaran.

Secara khusus di sekolah saya yaitu relevansi pendidikan belum begitu tampak secara menyeluruh,pembelajaran di sekolah seperti penggunaan media yang disukai siswa dan juga metode pembelajaran yang berpusat pada siswa belum sepenuhnya terlihat. Diharapkan setelah mempelajari modul ini nantinya bias merubah kehidupan pembelajaran di sekolah kamisehingga sesuai dengan filosofi pendidikan menurtu KHD.

 Apakah Anda merasa sudah melaksanakan pemikiran KHD dan memiliki kemerdekaan dalam menjalankan aktivitas sebagai guru?

Dalam menjalankan aktivitas sebagai guru saya secara pribadi sudah sedikit menjalankan pemikirian KHD dimana pembelajaran dengan mengutamakan kebutuhan siswa dan kita sebagai guru hanya sebagai fasilitator dan juga pelayan siswa karena siswa seyogianya sudah memiliki akal sejak lahir dan kita sebagai guru bertugas untuk memberdayakan akal tersebut. Ibarat tanaman padi, guru itu sebagai petani yang bertugas memupuk,menyiangi dan menyiram tanaman tersebut agar nantinya bisa tumbuh menjadi tanaman padi yang berkualitas.

 2.    HARAPAN DAN EKSPEKTASI

Apa saja harapan yang ingin Anda lihat pada diri Anda sebagai seorang pendidik setelah mempelajari modul ini?

Sebagai pendidik saya ingin nantinya bisa lebih dekat dengan siswa dan mengetahui bagaimana pembelajaran yang mereka inginkan terutama untuk mata pelajaran saya yaitu Matematika yang merupakan salah satu mata pelajaran yang menurut siswa adalah pelajaran menyulitkan. Ingin mengubah pembelajaran kelas yang membosankan menjadi menyenangkan dengan mengedepankan kesenangan siswa. Selain itu saya ingin menemukan bagaimana cara mempertahankan kurikulum yang ada terhadap pencapaian belajar siswa dan bagaimana agar tujuan pembelajaran tercapai tanpa membebani siswa sehingga tidak ada unsur paksaan dalam pembelajaran.

Apa saja harapan yang ingin Anda lihat pada murid-murid Anda setelah mempelajari modul ini?

Setelah mempelajari modul ini saya sebagai pendidik menginginkan dalam pembelajaran saya nantinya siswa saya bisa menjadi lebih aktif lagi dalam mengemukakan pendapat dan menyampaikan apa yang mereka inginkan dan pembelajaran seperti apa yang mereka kehendaki. Selain itu saya juga ingin menerapkan pembelajaran berbasis project yang berteknologi agar nantinya siswa saya siap dalam menyongsong masa depan yang berbasis teknologi dan juga membutuhkan pola pikir yang mandiri sesuai dengan kebudayaan di lingkungan mereka serta bisa menyaring informasi mana yang perlu dan tidak perlu untuk mereka pelajari.

 Apa saja kegiatan, materi, manfaat yang Anda harapkan ada dalam modul ini?

Kegiatan yang saya harapkan yaitu munculnya pola pembelajaran yang berpihak pada siswa dengan model pembelajaran yang menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bagi siswa,guru,dan sekolah.

Materi yang saya harapkan yaitu nantinya saya mendapatkan cara-cara atau tips bagaimana menjadi pendidik yang selalu dikenang siswa dari cara saya mengajar dan membelajarkan siswa serta bisa berguna ilmu yang saya ajarkan kepada siswa saya.

Manfaat dalam modul ini yg saya harapkan yaitu saya dapat menerapkan isi modul ini terhadap pembelajaran nyata disekolah saya nantinya.


Kegiatan lain dalam modul 1.1 diantaranya bisa disimak pada link di bawah ini

  • 1.1.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pemikiran Filosofis Ki Hadjar Dewantara dalam Karya
  • 1.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara
  • 1.1.a.10. Aksi Nyata - Penerapan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara di Kelas dan Sekolah

PAKET MODUL 1

 

ABOUT US

  


Salam bahagia guru hebat di seluruh Nusantara. Perkenalkan saya Miftaqul Janah seorang praktisi pendidikan yang sudah sekitar 7 tahun ini mengabdikan diri untuk terus belajar bersama para pelaku pendidikan di Indonesia. Saya lahir di Grobogan, 20 Oktober 1989 kemudian memutuskan untuk menjadi seorang pendidik dan praktisi pendidikan sebagai seorang trainer kegiatan pengembangan diri guru yang sampai saat ini masih saya tekuni. Semoga apa yang saya hadirkan dalam tulisan singkat ini bisa memberikan manfaat untuk para pendidik di seluruh Indonesia.

Beberapa kegiatan saya selama mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan IV

Kegiatan Lokakarya










Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak

 



TRAPESIUM USIA
sebelum kita memasuki pada konsep nilai dan peran maka terlebih dahulu diberikan trapesium usia dimana kita akan memetakan usia kita serta memori seperti apa yang bisa kita kenang dan diingat sampai sekarang.
Berikut trapesium usia yang dapat saya tampilkan



A. PEMBENTUKAN NILAI DIRI

Suka atau tidak, di luar kelebihan dan kelemahannya, baik atau tidak karakternya, guru sudah terlanjur dipandang sebagai orang yang dapat diteladani di tengah masyarakat kita. Guru sesungguhnya memiliki kesempatan untuk menjadi teladan bagi muridnya. Kini, pilihannya adalah memanfaatkan kesempatan itu dengan sengaja atau membiarkannya lewat begitu saja dan tidak melakukan apa-apa. Menjadi teladan harus diusahakan secara sadar. 
B. DIAGRAM GUNUNG ES

Lumpkin (2008), menyatakan bahwa guru dengan karakter baik mengajarkan murid mereka tentang bagaimana keputusan dibuat melalui proses pertimbangan moral. Guru ini membantu muridnya memahami nilai-nilai kebaikan dalam diri mereka sendiri, kemudian mereka mempercayainya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari siapa mereka, hingga kemudian mereka terus menghidupinya. Guru dengan karakter yang baik melestarikan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat melalui murid-murid mereka.

C. CARA KERJA ESKALATOR

Guru adalah manusia yang senantiasa berusaha untuk menggerakkan manusia lainnya. Oleh karena itu, guru harus lebih dulu sadar bagaimana dirinya tergerak, kemudian memilih untuk bergerak dan akhirnya menggerakkan manusia yang lain.



Sunday, April 17, 2022

1.1.a.10.1. Jurnal Refleksi - Minggu 1

 Dalam pembelajaran daring pada Pendidikan Guru Penggerak, jurnal yang ditulis setiap minggu ini menjadi media untuk mendokumentasikan perasaan, gagasan dan pengalaman serta praktik baik yang telah dilakukan. Dengan memiliki rekam jejak yang berkelanjutan seperti ini, Anda akan terdorong untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang Anda latih dan uji cobakan. Jurnal ini juga dapat menjadi sarana untuk menyadari emosi dan reaksi diri yang terjadi sepanjang pembelajaran (Denton, 2018), sehingga Anda dapat semakin mengenali diri sendiri.

Refleksi mingguan ini menjadi awal dari saya selaku CGP untuk dapat mengingat kembali apa yang telah saya lakukan dan bagaimana tindak lanjut langkah selanjutnya


Refleksi Minggu I_PGP_Angkatan IV


1.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

 Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Tujuan pendidikan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada diri individu agar mereka bisa mencapai keselamatan dan kebahagiaan. Karena pada dasarnya kita sebagai pendidik hanya bertugas untuk menuntun segala kodrat yang ada pada murid kita bukan dengan memaksakan kemampuan mereka sesuai dengan apa yang kita inginkan sesuai dengan kurikulum yang berlaku tapi justru kita sebagai pendidik hendaknya bisa menuntun segala kodrat alam dan kodrat zaman dalam diri setiap murid tersebut. Mereka dilahirkan dengan berbagai karakter yang unik serta beragam sehingga nantinya akan mencapai kompetensi yang sesuai dengan kodrat mereka.

Kutipan dari Bapak Pendidikan kita yaitu

Dalam melakukan pembaharuan yang terpadu, hendaknya selalu diingat bahwa segala kepentingan anak-anak didik, baik mengenai hidup diri pribadinya maupun hidup kemasyarakatannya, jangan sampai meninggalkan segala kepentingan yang berhubungan dengan kodrat keadaan, baik pada alam maupun zaman. Sementara itu, segala bentuk, isi dan wirama (yakni cara mewujudkannya) hidup dan penghidupannya seperti demikian, hendaknya selalu disesuaikan dengan dasar-dasar dan asas-asas hidup kebangsaan yang bernilai dan tidak bertentangan dengan sifat-sifat kemanusiaan” (Ki Hadjar Dewantara, 2009, hal. 21)



1.1.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pemikiran Filosofis Ki Hadjar Dewantara dalam Karya

1.1.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pemikiran Filosofis Ki Hadjar Dewantara dalam Karya

Anda akan membuat sebuah karya (video pendek, komik, lagu, puisi, poster, infografis dll) sebagai bentuk konkret pemahaman Anda terhadap pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara.  Karya Anda menjadi sebuah demonstrasi pemahaman Anda tentang pemikiran Ki Hadjar Dewantara sesuai dengan konteks kelas dan sekolah asal Anda.

Sebagai gambaran, metafora atau perlambang dapat menjadi salah satu cara yang efektif untuk memahami sebuah konsep yang rumit. Filosofi KHD mengenai asas Tri-Kon dapat dilambangkan sebagai sistem tata surya, di mana murid digambarkan sebagai planet yang mengorbiti matahari (simbol nilai kemanusiaan) dalam garisnya masing-masing. Setiap planet berevolusi dengan kecepatan yang berbeda-beda, namun tak pernah berhenti bergerak (Syahril, 2018).  Selain metafora, cara lain untuk mengabadikan pemahaman dan pengalaman belajar kita adalah dengan karya seni. Jadi, mengapa kita tidak menciptakan sesuatu yang menarik mengenai filosofi pendidikan KHD? Membuat lagu, puisi, gambar, poster metafora, atau karya apapun tentu akan menyenangkan.

Berikut karya saya dalam demonstrasi kontekstual modul 1.1 



 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates