Tuesday, April 26, 2022

3.1.a.9. Koneksi Antarmateri Modul 3.1 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

 “Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”

(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).
Bob Talbert
Kelas Merdeka

Alhamdulilah saya Miftaqul Janah, S.Pd sebagai Calon Guru Penggerak Angkatann IV dari Kabupaten Grobogan sudah bisa sampai pada posisi sekarang ini yaitu mendalami materi dalam serangkaian Pendidikan Guru Penggerak yang sangat luar biasa. Terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya sehingga saya bisa termotivasi untuk melakukan berbagai praktik baik di lingkungan kelas, sekolah dan juga masyarakat sampai detik ini. Dalam postingan saya kali ini akan saya bagikan untuk rekan semuanya tentang rangkuman pembelajaran saya selama mengikuti PGP Angkatan IV ini. Baik teman-teman semuanya kita mulai dari berbagai pertanyaan berikut ini ya.

1. Bagaimana pandangan KHD dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil ?
Filosofi pratap triloka dalam hal ini sangat erat sekali kaitannya dengan pengambilan keputusan oleh seorang pemimpin pembelajaran khususnya Ing Ngarso Sung Tulodho (di depan sebagai contoh) yang dalam intisarinya yaitu Guru sebagai pemberi contoh untuk muridnya. Setiap apapun yang dilakukan guru selalu menjadi panutan murid sehingga hal tersebut setidaknya dapat menjadi sebuah ilustrasi sederhana ketika guru sebagai pamong yang membimbing muridnya untuk berjalan sesuai kodrat mereka masing-masing.

2. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai dalam diri seorang guru yang telah tertanam diharapkan merupakan nilai yang berdampak positif untuk murid kita sehingga apapun yang guru lakukan akan menjadi sebuah panutan yang bernuansa iklim positif. Nilai dalam diri guru yang dapat ditanamkan sebagai nilai positif diantaranya yaitu mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif serta berpihak pada murid. Karena mau tidak mau dan suka tidak suka seorang guru dalam sisi manapun tetap dianggap sebagai sebuah profesi yang seseorang pantas dijadikan teladan dan meneladani. Dengan adanya nilai yang terdapat dalam guru tersebut maka jelas artinya bahwa ketika seorang guru mendapati dirinya atau orang lain sedang mengalami sebuah kasus dilema etika (benar vs salah) maka guru tersebut bisa memposisikan dirinya dalam posisi yang tidak memihak dan dapat menyelesaikan masalah dengan bertumpu pada prinsip pengambilan keputusan yang ada. Dalam memutuskan segala sesuatu apapun itu kita sebagai seorang guru yang memiliki nilai tersebut diatas maka juga akan lebih menggunakan akal sehat dan mengatasi masalah dengan kepala dingin yang tanpa buru-buru.

3. Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.

Coaching menjadi salah satu hal hebat yang bisa dilakukan oleh seseorang agar nantinya bisa memperoleh informasi dari coachee dengan cara memberikan pertanyaan pemantik yang bisa digunakan untuk memperoleh penyelesaian permasalahan bukan dari pengalaman coach tapi berdasarkan apa yang sudah coachee pernah lakukan dan akan . Dalam pengujian pengambilan keputusan juga hendaknya kita menggunakan proses coacching agar komunikasi juga berjalan lancar dan tanpa kita sadari bahwa ternyata sebuah permasalahan itu muncul dari kita dan akan bisa diselesaikan oleh kita juga. Coaching dengan menggunakan model TIRTA (Tujuan,Identifikasi,Rencana Aksi, TAnggungjawab) yang sedang kami pelajari dalam Program Guru  Penggerak ini bisa dikaitkan dengan bagaimana kita sebagai guru harus bisa untuk menggali potensi siswa serta bagaimana langkah mereka untuk mengatasi sebuah persoalan.

4. Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?

Seorang pendidik dalam ranahnya sebagai seorang fasilitator sekaligus motivator bagi peserta didiknya harus bisa menjadi jembatan penghubung serta penuntun bakat minat dengan potensi yang dimiliki siswa. Dengan berbantu kemampuan sosial emosional yang ada pada guru tentunya itu akan membantu siswa dalam memnuhi kebutuhan belajar mereka dengan beragam profil belajar, minat dan juga gaya belajar mereka di kelas sehingga menciptakan budaya belajar yang menyenangkan di kelas. Kompetensi sosial emosional diperlukan oleh seorang guru agar kita dapat kembali fokus terhadap segala macam kondisi, dengan teknik STOP yang kita terapkan untuk diri kita nantinya akan mengembalikan kesadaran diri kita untuk mengambil sebuah keputusan yang tidak memihak dan berpusat kepada murid.

5. Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

nilai seorang guru yang berpihak kepada murid akan memberikan solusi terhadap sebuah keadaan yang berhubungan dengan masalah moral atau dilema etika yang terjadi. Seorang guru yang mampu menyadari serta melihat sebuah permasalahan dari berbagai sisi akan cenderung bisa lebih terbuka terhadap segala persoalan yang sedang dihadapi dan juga bisa membedakan mana dilema atau masalah moral. Selain itu nilai dari guru penggerak yang lain yaitu mandiri, reflektif, inovatif, dan kolaboratif memberikan dampak bagi pengetahuan serta moral untuk tumbuhnya karakter guru sehingga nantinya akan siap dalam setiap pengambilan keputusan yang diambil.

6. Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman?

Dalam pengambilan sebuah keputusan kita mengenal adanya 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan yang diambil dimana dalam 9 langkah yang diberikan sudah mencakup beberapa uji serta identifikasi kasus yang secara cermat dan teliti sehingga keyakinan terhadapa pengambilan sebuah keputusan akan semakin mantap dan juga tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif , kondusif dan aman

7. Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Ya saya merasa sulit melaksanakan pengambilan sebuah keputusan di lingkungan sekolah saya dikarenakan untuk merubah sebuah paradigma atau budaya yang sudah mengakar itu sulit dilakukan. Sama hal nya ketika di sekolah dengan sebuah sistem yang juga managemen proses yang ada di dalam satu naungan instansi tersebut ternyata susah untuk dirubah. Terkadang sebagai guru kita tau apa yang baik untuk murid serta bagaimana pembelajaran itu harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan belajar murid  dan bukan untuk sekedar memenuhi jam pelajaran saja bagi  guru. 
Selain itu ketidakseragaman warga sekolah dalam menjalankan sebuah keputusan bersama yang telah dibuat juga bisa dirasakan oleh beberapa kelompok dalam sekolah tersebut sehingga mengakibatkan kita lalai akan tugas kita sebagai seorang guru yang memang harus menciptakan pembelajaran yang berpihak kepada murid.

8. Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

Pengambilan keputusan yang kita ambil dengan menganut 9 langkah pengambilan keputusan sekaligus dengan berprinsip pada dilema  etika yang dihadapi tentunya akan sangat berpengaruh terhadap pengajaran memerdekakan murid karena jika dalam pengambilan keputusan itu sudah baik sesuai dengan kebutuhan siswa atau yang berpihak kepada siswa maka kita bisa dikatakan sebagai pendidik yang bisa menuntun siswa untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan dengan menggali segala potensi yang ada pada kodrat setiap siswa kita.

9. Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

dalam mengambil sebuah keputusan hendaknya kita sebagai seorang guru harus menggunaka prinsip pengambilan keputusan yang berpihak kepada murid serta memerdekakan murid. Hal tersebut jika memang telah dilakukan maka akan bisa menciptakan murid yang kreatif,inovatif,serta mandiri. Sisi kreatif seseorang seperti halnya gunung es yang hanya tampak sebagaian kecil saja diatas permukaan laut sehingga dengan bantuan guru dalam membimbing serta memenuhi kebutuhan belajar mereka maka akan dapat memunculkan sisa bagian gunung es yang masih tenggelam di bawah permukaan laut. Dengan konteks murid merdeka serta berkembang sesuai minat bakatnya maka akan dapat memunculkan serta melahirkan generasi murid masa depan yang cerdas,kreatif dan inovatif bagi mereka para murid yang dalam bimbingan seorang guru dalam mengambil sebuah keputusan dengan berpedoman pada prinsip pengambilan keputusan serta 9 langkah pengambilan keputusan yang sudah kita pelajari bersama.

10. Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Pengambilan sebuah keputusan merupakan jembatan utama yang menghubungkan antara pemahaman dalam filosofi ki hajar dewantara dengan peran kita sebagai pemimpin pembelajaran yang berpihak kepada murid. Kita sebagai agen perubahan dalam membuat sebuah keputusan hendaknya bisa menciptakan budaya positif dengan menggunakan alur BAGJA sehingga bisa menghantarkan murid kita dalam menciptakan disiplin positif,lingkungan positif,kondusif dan aman (wellbeing) menuju murid yang memiliki karakter profil pelajar pancasila. 
Jembatan menuju kesempurnaan murid yang berprofil pelajar pancasila juga terkadang terdapat kendala diantaranya situasi dilema etika dan juga bujukan moral sehingga menuntut kita sebagai pendidik untuk melakukan beberapa pengambilan keputusan serta pengujian terhadap keputusan yang kita ambil sehingga dapat tercipta sebuah keputusan yang berpihak kepada murid. Tujuannya hanyalan satu yaitu untuk terciptanya murid merdeka yang mencapai keselamatan dan kebahagiaan dalam proses belajar mereka karena mereka berkembang sesuai dengan kodrat alam mereka masing-masing. 



 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates