Thursday, May 12, 2022

Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) sebagai langkah awal mencapai "Merdeka Belajar"

 


SEKOLAH SEBAGAI PEMBANGUN EKOSISTEM

Dalam mengelola Sumber Daya yang ada di sebuah tempat tentulah terdapat aset atau yang biasa kita sebut sebagai bagian dari kepemilikan (yang telah dan pernah dimiliki). Aset tidak hanya penting untuk keberlangsungan berjalannya sebuah sistem tetapi juga menjadi satu hal yang penting untuk dikaji serta diperbaharui untuk keterbaharuan yang diinginkan. Aset dalam sekolah biasa kita sebut sebagai sarana prasarana dalam bentuk fisik dan juga sumber daya dalam bentuk non fisik. Sekolah selain sebagai persemaian benih yaitu siswa dalam membentuk sebuah ekosistem yang dapat menumbuhkembangkan kreativitas untuk menunjang keberhasilan tujuan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara yaitu untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan seutuhnya juga dalam hal ini sekolah adalah sebuah bentuk interaksi antara faktor biotik dan abiotik. 
Dalam menjalankan perannya sebagai guru kita tentunya harus paham bersama terhadap pembaharuan yang sedang dialami di dunia pendidikan saat ini sehingga nantinya akan menentukan pula langkah kita dalam memanfaatkan aset yang ada di lingkungan sekolah baik aset biotik maupun abiotik. Dalam hal ini kita mengenal pendekatan aset dengan istilah Asset-Based Community Development (ABCD). Istilah ini kemudian dipadankan dalam bahasa Indonesia menjadi Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA).  
Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) menekankan pada nilai, prinsip dan cara berpikir mengenai dunia. Pendekatan ini memberikan nilai lebih pada kapasitas, kemampuan, pengetahuan, jaringan, dan potensi yang dimiliki oleh komunitas. Pendekatan PKBA menekankan dan mendorong komunitas untuk dapat memberdayakan aset yang dimilikinya serta membangun keterkaitan dari aset-aset tersebut agar menjadi lebih berdaya guna. Kedua peran yang penting ini menurut Kretzman (2010) adalah jalan untuk menciptakan warga yang produktif. Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset menjadi langkah konkrit dalam upaya peningkatan kualitas sekolah. Sebagai sebuah intitusi, sekolah memiliki komponen biotik maupun abiotik di dalamnya. Komponen biotik meliputi murid, kepala sekolah, guru, staf/tenaga kependidikan, pengawas sekolah, orang tua, masyarakat sekitar sekolah. Sementara komponen abiotik yang juga berperan aktif dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran di antaranya adalah keuangan juga sarana dan prasarana. 
Dengan menggunakan strategi pengembangan sekolah berbasis aset diharapkan nantinya sebuah sekolah bisa melakukan pengembangan sistem sekolah yang lebih memaknai arti sebuah kekuatan yang ada dalam sekolah tersebut tanpa lebih dulu melihat sisi kurangnya dalam sebuah sekolah. Jadi disini kita dilatih untuk selalu mempertanyakan "apa yang sudah pernah dilakukan" daripada mempertanyakan "apa yang salah dengan langkah ini?". Kita sebagai guru diminta untuk selalu berfikiran ke arah dalam (intern) kepada kekuatan yang sudah ada di sekolah daripada harus melihat apa yang kurang dan bagaimana cara agar memenuhi kekurangan tersebut.

#GURUPENGGERAK #ANGKATAN IV # GROBOGAN


Monday, May 9, 2022

SELAMAT IDUL FITRI

 



 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates